Ziarah kubur adalah suatu ibadah yang disunnahkan dan tata caranya pun telah dicontohkan oleh Rosululloh sholallohu alaihi wasallam. Sedangkan tujuan disyari’atkannya ziarah kubur tidak lain adalah untuk mengingatkan kita akan akhirat.
Rosululloh sholallohu alaihi wasallambersabda:
كُنْتُ نَهَيْتُكُمْ عَنْ زِيَارَةِ الْقُبُوْرِ فَزُوْرُوْهَا فَإِنَّهَا تُذَكِّرُكُمُ اْلآخِرَةَ
“Dahulu aku melarang kalian untuk berziarah kubur, tetapi sekarang berziarahlah karena hal itu akan mengingatkan kalian kepada akhirat.” (HR. Muslim, Tirmidzi dan Ibnu Mâjah)
Tujuan tersebut yaitu mengingatkan akhirat dapat tercapai dengan berziarah ke kuburan yang terdekat dengan kita. Oleh karena itu, kebiasaan sebagian masyarakat yang menziarahi makam para wali yang berada di tempat-tempat yang jauh adalah suatu perbuatan bid’ah yang tidak pernah disyari’atkan oleh Rosululloh sholallohu alaihi wasallam. Bahkan Rosululloh sholallohu alaihi wasallam melarang umatnya untuk menempuh perjalanan jauh dengan tujuan berziarah ke tempat-tempat yang penuh berkah kecuali untuk ketiga masjid, yaitu Masjidil Harôm di Makkah, Masjid Nabawi di Madinah, dan Masjid Aqsô di Palestina. Beliau sholallohu alaihi wasallambersabda:
“Tidak boleh melakukan perjalanan jauh sampai mempergunakan kendaraan untuk menziarahi tempat tertentu kecuali pada tiga masjid, yaitu Masjidil Haram, Masjidku ini (Masjid Nabawi) dan Masjid al-Aqso.” (HR. Bukôri dan Muslim)
Dengan mengingat kematian dan akhirat, maka kita akan sadar bahwa kehidupan kita yang sebenarnya adalah di negeri akhirat, sedangkan dunia hanyalah ladang untuk bersiap bekal menuju akhirat. Inilah tujuan utama berziarah kubur yaitu untuk mengingatkan kita akan akhirat, bukan untuk memohon keberkahan dari penghuni kubur.
http://abumujahidah.blogspot.com/2015/01/ziarah-kubur-para-wali.html
Disusun oleh: Lajnah Ilmiah Marwah Indo Media (MIM) Bogor






0 komentar:
Posting Komentar