Bagaimana dengan kita..?
bila kematian merenggut hidup kita
sementara kita masih merajut dosa
merenda maksiat
Bagaimana dengan kita..?
jika malaikat maut menjemput dengan paksa
sementara kita sedang di puncak gairah
bersama pasangan selingkuh kita
Bagaimana dengan kita..?
kalau saja ajal datang tanpa kompromi
sementara kita sedang sakauw
dengan segenggam putauw
Bagaimana dengan kita..?
jika kematian membuyarkan semua harapan
sementara kita masih berjalan
dalam kegelapan tanpa arah
Bagaimana dengan kita..?
kalau ajal menghentikan kenikmatan hidup
sementara kita masih mengumbar kesombongan
dan masih alergi dengan kebenaran
Bagaimana dengan kita..?
ketika Allah mengambil nyawa kita
sementara kita tak pernah mengingat-Nya
bahkan terbiasa menantang-Nya
Bagaimana dengan kita..?
saat jasad ditinggal ruh
padahal kita masih betah menjahit kedengkian
sangat bernafsu menyebar hasad
Bagaimana dengan kita..?
ketika badan tanpa nyawa menuju ke liang kubur
padahal kita masih membenci kebenaran
bahkan bernafsu membungkam penyerunya
Bagaimana dengan kita..?
saat sang malakul maut mencabut nyawa
sementara bekal tak pernah kita miliki
hanya dosa yang menggunung
Bagaimana dengan kita..?
saat keranda jenasah kita
diusung diiringi tangisan keluarga
sementara yang kita miliki hanya segunung dosa
Apa bekal kita?
haruskah menderita dalam kehidupan abadi?
Naudzubillahi min dzalik.
Ilahi, aku bukanlah ahli surga
Namun aku pun tak mampu menahan panasnya api neraka
Ya Allah, terimalah taubatku dan ampuni dosa-dosaku
Karena sesungguhnya Enghkaulah Maha Pengampun segala dosa
Dosa-dosaku tak terhitung bagaikan butiran pasir
Terimalah taubatku ini, ya Allah….
Umurku berkurang setiap hari tanpa tersadari
Sementara dosa-dosaku bertambah, bertambah dan bertambah
Hingga aku pun tak mampu memikulnya
Ilahi, inilah aku hamba-Mu yang penuh dosa datang kepada-Mu
Mengakui dosa-dosa dan bersimpuh merintih memanggil-Mu
Ilahi,jika Engkau ampuni dosa-dosaku
Sesungguhnya Engkaulah yang berhak mengampuni segala dosa
Namun,bila kau tolak doaku, taubatku, permohonan maafku
Kepada siapa lagi aku mesti berharap.
Doa Rasulullah dan umatnya
Rasulullah saw. biasa berdoa: Ya Allah! Aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan, kemalasan, sifat pengecut, menyia-nyiakan usia dan dari sifat kikir. Aku juga berlindung kepada-Mu dari siksa kubur dan dari fitnah kehidupan serta kematian. (Shahih Muslim No.4878)
Selasa, 03 Februari 2015
Bekal Kematian, Bagaimana Dengan Kita..??
Langganan:
Posting Komentar (Atom)






0 komentar:
Posting Komentar