Selasa, 03 Februari 2015

Bekal Kematian, Bagaimana Dengan Kita..??

Bagaimana dengan kita..?
bila kematian merenggut hidup kita
sementara kita masih merajut dosa
merenda maksiat



Bagaimana dengan kita..?
jika malaikat maut menjemput dengan paksa
sementara kita sedang di puncak gairah
bersama pasangan selingkuh kita

Bagaimana dengan kita..?
kalau saja ajal datang tanpa kompromi
sementara kita sedang sakauw
dengan segenggam putauw

Bagaimana dengan kita..?
jika kematian membuyarkan semua harapan
sementara kita masih berjalan
dalam kegelapan tanpa arah

Bagaimana dengan kita..?
kalau ajal menghentikan kenikmatan hidup
sementara kita masih mengumbar kesombongan
dan masih alergi dengan kebenaran

Bagaimana dengan kita..?
ketika Allah mengambil nyawa kita
sementara kita tak pernah mengingat-Nya
bahkan terbiasa menantang-Nya

Bagaimana dengan kita..?
saat jasad ditinggal ruh
padahal kita masih betah menjahit kedengkian
sangat bernafsu menyebar hasad

Bagaimana dengan kita..?
ketika badan tanpa nyawa menuju ke liang kubur
padahal kita masih membenci kebenaran
bahkan bernafsu membungkam penyerunya

Bagaimana dengan kita..?
saat sang malakul maut mencabut nyawa
sementara bekal tak pernah kita miliki
hanya dosa yang menggunung

Bagaimana dengan kita..?
saat keranda jenasah kita
diusung diiringi tangisan keluarga
sementara yang kita miliki hanya segunung dosa

Apa bekal kita?
haruskah menderita dalam kehidupan abadi?
Naudzubillahi min dzalik.

Ilahi, aku bukanlah ahli surga

Namun aku pun tak mampu menahan panasnya api neraka

Ya Allah, terimalah taubatku dan ampuni dosa-dosaku

Karena sesungguhnya Enghkaulah Maha Pengampun segala dosa



Dosa-dosaku tak terhitung bagaikan butiran pasir

Terimalah taubatku ini, ya Allah….

Umurku berkurang setiap hari tanpa tersadari

Sementara dosa-dosaku bertambah, bertambah dan bertambah

Hingga aku pun tak mampu memikulnya



Ilahi, inilah aku hamba-Mu yang penuh dosa datang kepada-Mu

Mengakui dosa-dosa dan bersimpuh merintih memanggil-Mu



Ilahi,jika Engkau ampuni dosa-dosaku

Sesungguhnya Engkaulah yang berhak mengampuni segala dosa

Namun,bila kau tolak doaku, taubatku, permohonan maafku

Kepada siapa lagi aku mesti berharap.

Doa Rasulullah dan umatnya

Rasulullah saw. biasa berdoa: Ya Allah! Aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan, kemalasan, sifat pengecut, menyia-nyiakan usia dan dari sifat kikir. Aku juga berlindung kepada-Mu dari siksa kubur dan dari fitnah kehidupan serta kematian. (Shahih Muslim No.4878)

0 komentar:

Posting Komentar