Senin, 02 Februari 2015

Memasang penolak bala


Setiap muslim wajib meyakini bahwa hanya Alloh Ta’ala sajalah Yang sanggup memberikan manfaat atau menolak suatu bala’. Tidak ada selain-Nya yang sanggup melakukan hal tersebut. Sedangkan cara-cara untuk meno-lak bala’ telah diajarkan secara rinci oleh Rosululloh sholallohu alaihi wasallam. Di antaranya adalah dengan membaca dzikir-dzikir tertentu yang telah diajarkan oleh Rosulullohsholallohu alaihi wasallam k-pada umatnya, seperti: Membaca surat al-Iklas, al-Falaq dan an-Nâs tiga kali di waktu pagi dan sore.

·                     Membaca tiga kali di waktu pagi dan sore:
(( بِسْمِ اللهِ الَّذِيْ لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِيْ اْلأَرْضِ وَلاَ فِيْ السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ ))
·                     Membaca tiga kali di waktu pagi dan sore:
(( أَعُوْذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ ))
Dan dzikir-dzikir lain yang telah dicontohkan oleh Rosululloh sholallohu alaihi wasallam. Itu semua merupakan sebab yang kuat yang dengannya Alloh Ta’ala akan menolak bala’ dari seseorang.
Adapun cara-cara aneh untuk tolak bala’ yang tidak pernah diajarkan oleh Rosululloh sholallohu alaihi wasallam, maka mengamal-kannya adalah suatu bid’ah yang sangat mungkar. Di antara cara-cara bid’ah tersebut ialah: Memberikan sesajen (persembahan) kepada dewa-dewi tertentu, seperti kepada Dewi Sri agar hasil panennya selamat, kepada Nyi Roro Kidul (Ratu pantai Selatan) agar tidak terjadi musibah yang datang dari laut, atau kepada dewa-dewi lainnya. Perbuatan semacam ini adalah kesyirikan yang besar.
Memakai jimat-jimat atau benda-benda tertentu yang dianggap mengandung kesaktian (dapat menolak penyakit atau menangkal bala’), rajah-rajah (tulisan-tulisan yang dipakai sebagai azimat), wafaq-wafaq dan sebagainya. Bila kepercayaan pemakai adalah bahwasanya Alloh Ta’alamenolak bala’ atau musibah dengan benda-benda tersebut sebagai sebab, maka ini adalah suatu perbuatan bid’ah yang buruk sekali, tetapi kalau yang diyakini mampu menolak mu-sibah adalah benda tersebut atau makhluk halus dibelakangnya maka ini suatu kesyirikan yang besar.

Disusun Oleh: Lajnah Ilmiah Marwah Indo Media (MIM) Bogor

0 komentar:

Posting Komentar