Dalam wacana pendidikan Islam,
istilah pendidikan diambil dari beberapa kata, diantaranya:
1). اَلتَّرْبِيَةُ -----
> رَبَّى – يُرَبِّي - تَرْبِيَةً
2). اَلتَّعْلِيْمُ ----
> عَلَّمَ – يُعَلِّمُ - تَعْلِيْمًا
3). اَلتَّأْدِيْبُ ----
> أَدَّبَ – يُؤَدِّبُ – تَأْدِيْبًا
4). اَلإِصْلاَحُ ----
> أَصْلَحَ – يُصْلِحُ - إِصْلاَحًا
5). التهْذِيْبُ ---- > هَذَّبَ
– يُهَذِّبُ – تَهْذِيْبًا
6). اَلتَّطْهِيْرُ ----
> طَهَّرَ – يُطَهِّرُ - تَطْهِيْرًا
7). اَلتَّزْكِيَةُ ----
> زَكَّى – يُزَكِّيْ - تَزْكِيَةً
Definisi Tarbiyah
Secara etimologis (bahasa),
kata tarbiyah mengandung beberapa arti yang seluruhnya
menunjukkankegiatan-kegiatan dalam proses tarbiyah itu
sendiri, yaitu:
1). اَلإِصْلاَحُ(perbaikan), dari kata رَبَّى - يَرُبُّ.
رَبَّى
الشَّيْءَ berarti أَصْلَحَهُ (memperbaikinya).
Kata الإِصْلاَحُ terkadang
tidak harus berarti adanya penambahan (الزيادة), tetapi ia
berarti التعديل(pelurusan) dan التصحيح (perbaikan).
Menurut arti ini maka tarbiyah berarti
usaha memelihara, mengasuh, merawat, memperbaiki dan mengatur kehidupan peserta
didik agar dapat survive lebih baik dalam kehidupannya.[1]
2). النماء (tumbuh)
dan الزيادة (bertambah),
dari kata ربا – يربو berarti زاد (bertambah) dan نما(tumbuh).
وَتَرَى
الْأَرْضَ هَامِدَةً فَإِذَا أَنْزَلْنَا عَلَيْهَا الْمَاءَ اهْتَزَّتْ وَرَبَتْ
وَأَنْبَتَتْ مِنْ كُلِّ زَوْجٍ بَهِيجٍ
“Dan kamu lihat bumi ini kering,
kemudian apabila Kami turunkan air diatasnya, hiduplah bumi itu, subur
menumbuhkan berbagai macam tumbuh-tumbuhan yang indah”. (QS. al-Hajj
[22]:5).
Dari sini maka kata tarbiyah dapat
berarti proses menumbuhkan dan mengembangkan apa yang ada pada diri peserta
didik, baik secara fisik, psikis, sosial maupun spiritual.[2]
3). نَشَأَ (berkembang) dan تَرَعْرَعَ (tumbuh dewasa), dari kata رَبِيَ - يَرْبَى.
Hal ini sebagaimana dalam sebuah sya’ir
Ibn al-‘Arabī:
فَمَنْ
يَكُنْ سَائِلاً عَنِّيْ فَإِنِّيْ # بِمَكَّةَ مَنْزِلِيْ وَبِهَا رَبِيْتُ
Barangsiapa bertanya tentangku # Mekkah
adalah tempat tinggalku, disanalah aku tumbuh dewasa.
Dengan mengacu pada arti ini maka
tarbiyah berarti usaha menumbuhkan dan mendewasakan peserta didik baik secara
fisik, sosial, maupun spiritual.
4). سَاسَ (memimpin) dan تَوَلىَّ اْلأَمْرَ (mengatur suatu urusan). Jika dikatakan رَبَيْتُ اْلقَوْمَ berarti سُسْتُهُمْ(aku memimpin
mereka), berarti pula ‘aku diatas mereka’.
5). التعليم (pengajaran).
Ibn al-A’rābī mengatakan bahwa
seorang rabbānī اَلرَّبـَّانِيُّ adalah:
العالم
المعلم الذي يغذو الناس بصغار العلوم قبل كبارها
seorang yang berilmu lagi pendidik yang
mengajarkan kepada manusia ilmu-ilmu dasar sebelum ilmu-ilmu yang lebih rumit.
Definisi Pendidikan
Secara Bahasa al-tarbiyah yaitu:
تبليغ الشيء إلى كماله شيئا فشيئا
menyampaikan sesuatu menuju
kesempurnaannya sedikit demi sedikit.
Atau:
إنشاء
الشيء حالا فحالا إلى حد التمام
mengembangkan sesuatu sedikit demi
sedikit hingga batas kesempurnaan.
Hāmid
al-Hāzimi menyimpulkan bahwa dari berbagai definisi etimologis tersebut
maka kata tarbiyahmemiliki arti seputar kegiatan memperbaiki,
mengatur urusan peserta didik (al-mutarabbi), memperhatikan dan menjaga
perkembangannya.[3]
Abuddin Nata menegaskan bahwa jika
kata-kata tersebut diintegrasikan maka akan diperoleh pengertian bahwa al-tarbiyah berarti:
“Proses menumbuhkan dan mengembangkan
potensi; fisik, intelektual, sosial, estetika, dan spiritual, yang terdapat
pada peserta didik sehingga dapat tumbuh dan terbina dengan optimal, melalui
cara memelihara, mengasuh, merawat, memperbaiki, dan mengaturnya secara
terencana, sistematis, dan berkelanjutan”.
Dengan demikian kata al-tarbiyah mengandung
cakupan tujuan pendidikan, yaitu; menumbuhkan dan mengembangkan
potensi; dan proses pendidikan, yaitu memelihara, mengasuh,
merawat, memperbaiki, dan mengaturnya.[4]
Khālid Hāmid al-Hāzimi
memberikan arti terminologis al-tarbiyah sebagai :
تنشئة
الإنسان شيئا فشيئا في جميع جوانبه إبتغاء سعادتي الدارين وفق المنهج الإسلامي
mengembangkan diri manusia setahap demi
setahap dalam seluruh aspeknya dalam rangka mencari kebahagiaan dunia dan
akhirat sesuai dengan metode yang islami.
Beberapa hal mendasar dalam
pengertian al-tarbiyah,
1). Tarbiyah adalah
sebuah pekerjaan yang terarah. Ia memiliki tujuan, target, dan sasaran;
2). Murabbi (pendidik)
yang hakiki secara mutlak adalah Allah Sang Pencipta, Dia Pencipta
fitrah, pemberi berbagai anugerah, dan Dia yang telah menentukan berbagai
ketentuan dalam menumbuhkan dan mengembangkan fitrah dan anugerah tersebut,
sebagaimana Dia telah menentukan syariah untuk mewujudkan kesempurnaan,
kebaikan, dan kebahagiaannya;
3). Tarbiyah mengharuskan
adanya perencanaan yang bertahap yang dijalankan oleh pekerjaan-pekerjaan
terkait pendidikan dan pengajaran, sesuai dengan aturan yang tersusun dan
meningkat, bergerak bersama peserta didik dari satu kondisi kepada kondisi
berikutnya, dari satu tingkat kepada tingkat berikutnya;
4). Pekerjaan seorang pendidik
mengikuti penciptaan Allah sebagaimana mengikuti syariah dan agama-Nya.[5]
[1] Lihat:
Khālid Hāmid al-Hāzimī, Ushūl
al-Tarbiyah al-Islāmiyyah, 1420H/ 2000.
al-Madīnah al-Munawwarah: Dār ‘Ālim al-Kutub, hlm. 17-18.
Abuddin Nata, Ilmu
Pendidikan Islam, 2000, Jakarta: Kencana, hlm. 8
[5] ‘Abd
al-Rahmān al-Nahlāwī, Ushūl
al-Tarbiyah al-Islāmiyyah wa Asālibuha fi al-Bayt wa al-Madrasah wa al-Mujtama’, 1426H/ 2005, Damaskus: Dar al-Fikr, hlm. 17.







0 komentar:
Posting Komentar