Kamis, 06 November 2014

Dasar-Dasar Pendidikan Islam


Makna Dasar
Dasar adalah landasan untuk berdirinya sesuatu.
Fungsi dasar adalah memberikan arah kepada tujuan yang akan dicapai.
Dengan fungsi yang sangat penting inilah pendidikan suatu bangsa disusun. 
Dasar Ideal Pendidikan Islam
Dasar ideal pendidikan Islam identik dengan ajaran Islam, karena keduanya berasal dari sumber yang sama yaitu al-Qur’an dan al-hadits, bahkan pendidikan Islam merupakan bagian dari ajaran Islam itu sendiri.
“Pendidikan dan pengajaran umat Islam haruslah bersumber kepada aqidah Islamiyyah. Jika pendidikan umat Islam tidak didasarkan kepada aqidah yang bersumber kepada al-Qur’an dan al-hadits maka pendidikan yang dilaksanakan bukanlah pendidikan Islam tetapi pendidikan asing”[1]
Sumber Pendidikan Islam
1). Al-Qur’an
2). Al-Hadits
3). Perkataan, perbuatan dan sikap para Sahabat.
4). Ijtihad; dengan ijma’, qiyas, dan istihsan.
Prinsip-Prinsip yang Menjadi Dasar Pandangan Islam terhadap Alam Semesta
Prinsip Pertama: Kepercayaan bahwa pendidikan adalah proses dan usaha mencari pengalaman dan perubahan yang diinginkan oleh tingkah laku.
Pendidikan hanya akan berhasil melalui interaksi seseorang dengan lingkungan. 
Prinsip Kedua: Kepercayaan bahwa jagat raya (alam semesta) berarti selain Allah SWT.
Alam semesta adalah seluruh makhluk yang Allah SWT ciptakan. Diantaranya; langit, bumi, bintang, gunung, lautan, hewan, tumbuhan, termasuk makhluk-mahluk ghaib (jin, malaikat).
Manusia adalah makhluk yang diberi kemampuan untuk memakmurkan alam semesta.
Prinsip Ketiga: Kepercayaan bahwa wujud yang mungkin adalah dengan benda dan ruh. Artinya, kehidupan tidak akan terlaksana kecuali dengan aspek jasadi dan ruhani.
Alam semesta terdiri dari alam yang syahadah (dapat diindera) dan alam ghaib (yang tak dapat diindera).
Ajaran Islam mencakup kedua sisi alam tersebut.
Prinsip Keempat: Kepercayaan bahwa jagat raya ini berubah dan berada dalam gerakan terus menerus.
Alam berkembang dan bergerak terus sesuai dengan aturan yang telah ditentukan oleh Allah SWT.
Contoh: Manusia melalui proses pertumbuhan; janin – bayi – anak kecil – remaja – dewasa – tua.
Prinsip Kelima: Kepercayaan bahwa alam semesta ini berjalan menurut aturan yang pasti.
Prinsip Keenam: Kepercayaan bahwa ada hubungan antara sebab dan akibat.
Contoh: Proses bercocok tanam yang baik menghasilkan proses penuaian yang baik.
Prinsip ketujuh: Kepercayaan bahwa alam ini adalah teman terbaik bagi manusia dan alat terbaik bagi kemajuannya.
Prinsip Kedelapan: Kepercayaan bahwa alam ini baru, ada karena diciptakan oleh Allah SWT.
Prinsip Kesembilan: Kepercayaan bahwa Allah SWT Dia-lah Pencipta alam semesta.
Prinsip Kesepuluh: Kepercayaan bahwa Allah SWT bersifat dengan segala sifat yang sempurna.
Prinsip-Prinsip Dasar Pandangan Islam terhadap Manusia
Prinsip Pertama: Kepercayaan bahwa manusia adalah makhluk termulia di alam semesta.
Prinsip Kedua: Kepercayaan akan kemuliaan manusia.
Prinsip Ketiga: Kepercayaan bahwa manusia adalah makhluk yang berfikir.
Prinsip Keempat: Kepercayaan bahwa manusia mempunyai tiga dimensi; badan, akal dan ruh.
Prinsip Kelima: Kepercayaan bahwa manusia dalam pertumbuhannya terpengaruh oleh faktor-faktor warisan dan lingkungan.
Prinsip Keenam: Kepercayaan bahwa manusia mempunyai motivasi dan kebutuhan.
Prinsip Ketujuh: Kepercayaan bahwa ada perbedaan diantara masing-masing individu manusia.
Prinsip Kedelapan: Kepercayaan bahwa manusia mempunyai keluwesan sifat dan selalu (dapat) berubah.
Prinsip yang Menjadi Dasar Pandangan Islam terhadap Masyarakat
Prinsip Pertama: Kepercayaan bahwa masyarakat adalah sekumpulan individu dan kelompok yang diikat oleh kesatuan tanah air (negara), kebudayaan dan agama.
Prinsip Kedua: Kepercayaan bahwa masyarakat Islam mempunyai identitas khas dan ciri (karakter) tersendiri.
Prinsip Ketiga: Kepercayaan bahwa dasar pembinaan masyarakat Islam adalah akidah, keimanan dan pandangan yang benar tentang alam semesta, dan keimanan akan keesaan Allah SWT.
Prinsip Keempat: Kepercayaan bahwa agama Islam mencakup akidah, ibadah dan muamalah.
Prinsip Kelima: Kepercayaan bahwa ilmu adalah dasar yang terbaik bagi kemajuan masyarakat sesudah agama.
Prinsip Keenam: Kepercayaan bahwa masyarakat selalu berubah.
Prinsip Ketujuh: Kepercayaan pada pentingnya individu dalam masyarakat.
Prinsip Kedelapan: Kepercayaan pada pentingnya keluarga dalam masyarakat.
Prinsip Kesembilan: Kepercayaan bahwa segala yang menuju kesejahteraan bersama, keadilan dan kemaslahatan antar manusia termasuk diantara tujuan syariat Islam.


[1] (Abu al-Hasan al-Nadwi, Nahwa al-Tarbiyah al-Islamiyyah al-Hurrah)

0 komentar:

Posting Komentar