Makna Dasar
Dasar adalah
landasan untuk berdirinya sesuatu.
Fungsi dasar adalah
memberikan arah kepada tujuan yang akan dicapai.
Dengan fungsi yang sangat penting inilah
pendidikan suatu bangsa disusun.
Dasar Ideal Pendidikan Islam
Dasar ideal pendidikan Islam identik
dengan ajaran Islam, karena keduanya berasal dari sumber yang sama yaitu
al-Qur’an dan al-hadits, bahkan pendidikan Islam merupakan bagian dari ajaran
Islam itu sendiri.
“Pendidikan dan pengajaran umat Islam
haruslah bersumber kepada aqidah Islamiyyah. Jika pendidikan umat Islam tidak
didasarkan kepada aqidah yang bersumber kepada al-Qur’an dan al-hadits maka
pendidikan yang dilaksanakan bukanlah pendidikan Islam tetapi pendidikan asing”[1]
Sumber Pendidikan Islam
1). Al-Qur’an
2). Al-Hadits
3). Perkataan, perbuatan dan sikap para
Sahabat.
4). Ijtihad; dengan ijma’, qiyas, dan
istihsan.
Prinsip-Prinsip yang Menjadi Dasar
Pandangan Islam terhadap Alam Semesta
Prinsip Pertama: Kepercayaan bahwa pendidikan adalah proses dan
usaha mencari pengalaman dan perubahan yang diinginkan oleh tingkah laku.
Pendidikan hanya akan berhasil melalui
interaksi seseorang dengan lingkungan.
Prinsip Kedua: Kepercayaan bahwa jagat raya (alam semesta) berarti
selain Allah SWT.
Alam semesta adalah seluruh makhluk yang
Allah SWT ciptakan. Diantaranya; langit, bumi, bintang, gunung, lautan, hewan,
tumbuhan, termasuk makhluk-mahluk ghaib (jin, malaikat).
Manusia adalah makhluk yang diberi
kemampuan untuk memakmurkan alam semesta.
Prinsip Ketiga: Kepercayaan bahwa wujud yang mungkin adalah dengan
benda dan ruh. Artinya, kehidupan tidak akan terlaksana kecuali dengan aspek
jasadi dan ruhani.
Alam semesta terdiri dari alam yang
syahadah (dapat diindera) dan alam ghaib (yang tak dapat diindera).
Ajaran Islam mencakup kedua sisi alam
tersebut.
Prinsip Keempat: Kepercayaan bahwa jagat raya ini berubah dan berada
dalam gerakan terus menerus.
Alam berkembang dan bergerak terus
sesuai dengan aturan yang telah ditentukan oleh Allah SWT.
Contoh: Manusia melalui proses
pertumbuhan; janin – bayi – anak kecil – remaja – dewasa – tua.
Prinsip Kelima: Kepercayaan bahwa alam semesta ini berjalan menurut
aturan yang pasti.
Prinsip Keenam: Kepercayaan bahwa ada hubungan antara sebab dan
akibat.
Contoh: Proses bercocok tanam yang baik
menghasilkan proses penuaian yang baik.
Prinsip ketujuh: Kepercayaan bahwa alam ini adalah teman terbaik bagi
manusia dan alat terbaik bagi kemajuannya.
Prinsip Kedelapan: Kepercayaan bahwa alam ini baru, ada karena diciptakan
oleh Allah SWT.
Prinsip Kesembilan: Kepercayaan bahwa Allah SWT Dia-lah Pencipta alam
semesta.
Prinsip Kesepuluh: Kepercayaan bahwa Allah SWT bersifat dengan segala
sifat yang sempurna.
Prinsip-Prinsip Dasar Pandangan Islam
terhadap Manusia
Prinsip Pertama: Kepercayaan bahwa manusia adalah makhluk termulia di
alam semesta.
Prinsip Kedua: Kepercayaan akan kemuliaan manusia.
Prinsip Ketiga: Kepercayaan bahwa manusia adalah makhluk yang berfikir.
Prinsip Keempat: Kepercayaan bahwa manusia mempunyai tiga dimensi;
badan, akal dan ruh.
Prinsip Kelima: Kepercayaan bahwa manusia dalam pertumbuhannya
terpengaruh oleh faktor-faktor warisan dan lingkungan.
Prinsip Keenam: Kepercayaan bahwa manusia mempunyai motivasi dan
kebutuhan.
Prinsip Ketujuh: Kepercayaan bahwa ada perbedaan diantara masing-masing
individu manusia.
Prinsip Kedelapan: Kepercayaan bahwa manusia mempunyai keluwesan sifat
dan selalu (dapat) berubah.
Prinsip yang Menjadi Dasar Pandangan
Islam terhadap Masyarakat
Prinsip Pertama: Kepercayaan bahwa masyarakat adalah sekumpulan
individu dan kelompok yang diikat oleh kesatuan tanah air (negara), kebudayaan
dan agama.
Prinsip Kedua: Kepercayaan bahwa masyarakat Islam mempunyai identitas
khas dan ciri (karakter) tersendiri.
Prinsip Ketiga: Kepercayaan bahwa dasar pembinaan masyarakat Islam
adalah akidah, keimanan dan pandangan yang benar tentang alam semesta, dan
keimanan akan keesaan Allah SWT.
Prinsip Keempat: Kepercayaan bahwa agama Islam mencakup akidah, ibadah
dan muamalah.
Prinsip Kelima: Kepercayaan bahwa ilmu adalah dasar yang terbaik bagi
kemajuan masyarakat sesudah agama.
Prinsip Keenam: Kepercayaan bahwa masyarakat selalu berubah.
Prinsip Ketujuh: Kepercayaan pada pentingnya individu dalam masyarakat.
Prinsip Kedelapan: Kepercayaan pada pentingnya keluarga dalam masyarakat.
Prinsip Kesembilan: Kepercayaan bahwa segala yang menuju kesejahteraan
bersama, keadilan dan kemaslahatan antar manusia termasuk diantara tujuan
syariat Islam.







0 komentar:
Posting Komentar