mujahid para perindu syurga

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Peduli Yatim Dan Dhuafa

"Barang siapa yang memelihara anak yatim di tengah kaum muslimin untuk memberi makan dan minum, maka pasti Allah memasukkannya ke dalam surga, kecuali jika ia telah berbuat dosa yang tidak dapat diampuni." (H.R. Tirmidzi).

slide ke 3

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

hadirillah tabligh akbar hasmi “SETIA sampai Ajal

Hadiri dan Ikutilah..!! Tausiah, Tasyji’, Tanbih, Targhib, dan Taujih Dewan Pembina HASMI : Pada: Ahad, 08 Februari 2014 Pemateri: Dewan Pembina HASMI Tema: “SETIA sampai Ajal”

Hikmah di balik pemblokiran situs islam

Bagi setiap muslim, musibah atau kejadian apapun yang menimpanya pasti akan diiringi dengan hikmah

Jika Ada Bagian Tubuh yang Sakit, Ini Doa dan Terapi yang Diajarkan Rasulullah

Rasulullah mensabdakan, segala penyakit pasti ada obatnya. Karena itu beliau menganjurkan umatnya untuk berobat. Selain itu, beliau juga mengajarkan doa-doa khusus untuk sakit tertentu.

Hayoo Miliki segera, Paket Buku Saku keluarga Islami + CD tausyiah

Buku saku yang sangat layak dimiliki oleh setiap muslim yang ingin mempelajari tentang realita yang ada pada masyarakat pada saat ini

Selamatkan Diri dari Dajjal : Persenjatai Diri dengan Ilmu Agama

DAJJAL seperti yang telah kita tahu akan datang dan menyebarkan fitnahnya di muka bumi ketika Akhir Zaman tiba

Minggu, 30 Agustus 2015

Saudaraku, Bertobatlah


SAUDARAKU,
Hawa nafsu yang ada dalam diri kita terkadang tidak bisa dikendalikan sehingga karenanya kemaksiatan dan perbuatan dosa kita lakukan.
Saudaraku,
Dosa akan didapatkan oleh mereka yang melakukan kemaksiatan. Dan ketika dosa-dosa itu melebihi pahala yang dimiliki, niscaya neraka akan menjadi tempat abadinya,na’udzubillah.
Saudaraku,
Apabila maksiat itu tak pernah engkau lakukan, maka beruntunglah engkau. Dan jagalah dirimu agar selalu terhindar darinya. Apabila terlanjur engkau berbuat maksiat. Maka bertobatlah dan jangan engkau mendekatinya lagi dan jagalah nafsumu, karena sesungguhnya Allah SWT Mahamenerima tobat mereka yang bersungguh-sungguh.
“Siapa tobat sebelum maut, mencegat setengah hari kira-kira, maka Allah SWT maafkan ia. Siapa tobat sebelum tercabut nyawa dari tenggorokannya, maka Allah SWT terima taubatnya.”
Saudaraku,
Dalam melakukan tobat, Allah SWT telah menetapkan batas waktunya. Mula-mula batas waktu yang ditetapkan adalah setengah hari atau kira-kira enam jam sebelum seseorang itu sekarat. Orang yang bertobat setengah hari sebelum ia mati tobatnya akan diterima. Artinya, dosa-dosanya selama hidup akan dihapus. Kalau sampai batas waktunya ia meninggal dalam kondisi tetap seperti itu maka ia meninggal dalam kondisi khusnul khatimah. Surga akan menjadi tempatnya kelak di hari akhir. Namun meskipun enam jam buat hidup seorang manusia termasuk singkat adakalanya waktu yang sesingkat itu masih saja dimanfaatkan untuk maksiat sehingga ia mati su’ul khatimah. Maka Allah SWT memendekkan kembali batas akhir waktu tobatnya. Yaitu sesaat sebelum meninggal. Mungkin dalam hitungan menit. Bagi mereka yang masih sempat bertobat maka Allah akan ampuni dosa-dosanya.
Saudaraku,
Adakalanya pula yang sudah sesingkat itu masih saja ada orang bermaksiat. Sehingga dosa yang telah dihapus sebelumnya menjadi timbul kembali. Yang sering terjadi adalah masalah warisan. Seseorang menjelang meninggal biasanya terpikir harta warisannya. Ia tidak ingin anak-anaknya ribut sehingga ia perlu membaginya sebelum meninggal. Ia tidak percaya dengan aturan hukum Islam dalam pembagian harta warisan. Ia merasa aturan fara’idh (pembagian warisan) dalam Islam tidak adil karena seorang wanita hanya mendapatkan setengah dari kaum pria. Karena takut terjadi keributan, ia sebelum meninggal membagi-bagi hartanya. Rumah ini untuk si anu, mobil ini untuk si anu, deposito ini untuk si anu, harta ini untuk si anu. Dengan keragu-raguan dirinya terhadap hukum Islam bahkan menganggapnya tidak adil, akan menjerumuskan dirinya dalam kondisi su’ul khatimah.
Saudaraku,
Maka Allah SWT mempersempit lagi batas waktunya. Siapa tahu seorang manusia sekarat masih berbuat dosa seperti masalah warisan di atas. Allah SWT memberikan tengat waktu sebelum nyawanya berhasil mencapai kerongkongan. Seperti kita ketahui, malaikat maut mencabut nyawa manusia dari mulai bawah kemudian ke atas. Ketika pencabutan nyawa masih di daerah lutut atau pusar, tobat seseorang masih diterima. Namun ketika nyawa sudah di kerongkongan dan nafasnya sudah tersenggal-senggal, di situlah batas akhir tobat sudah habis. Ia hanya bisa menyaksikan malaikat mencabut nyawanya dengan ganas dan rasa pedih yang amat sangat dikarenakan ia belum bertobat.
Saudaraku,
Marilah kita selalu berdoa agar dapat meninggal dalam kondisi sudah bertobat. Kemudian Allah SWT memberikan predikat husnul khatimah kepada kita sehingga saat nyawa terangkat rasanya laksana mengambil rambut dalam adonan kue. Tidak terasa sakit dan hanya sebentar. Juga kita berdoa, agar diberikan waktu cukup untuk bertobat sehingga meski pun kita masih hidup namun matahari belum terbit dari barat, alias datangnya hari kiamat. [mila/islampos]
Sumber: Hikmah dari Langit/Ust. Yusuf Mansur & Budi Handrianto/Penerbit: Pena Pundi Aksara/2007

Nasihat untuk Orang yang Suka Berbuat Dosa


Nasihat Ustadz Arifin Ilham tentang Fungsi Rumah Seorang Muslim

ASSALAAMU ALAIKUM WA RAHMATULLAAHI WA BARKAATUHU. Sahabatku tercinta karena Allah, rumah bagi hamba yang beriman bukan hanya untuk berteduh, tempat tinggal keluarga apalagi hanya untuk status sosial. Hamba beriman itu tahu persis tujuan hidup yang sebentar ini, inilah diantara fungsi rumah bagi hamba berIman:
1. “Al musholla”, rumah ibadah untuk meraih ridho Allah, dihidupkan dg tadabuurul Qur’an dan sholat sholat sunnah, “Terangilah rumah-rumahmu dg sholat dan membaca Al-qur’an (HR Baihaqi).
2. “Al Madrasah”, majlis ilmu, ayah ibu gurunya, anak anaknya menjadi muridnya, demikian pula suami gurunya bagi istrinya (QS Luqman 13).
3. “Al Junnah”, benteng penjagaan iman keluarga dan benteng dari penyakit sosial, “Selamatnya seseorang ketika terjadi fitnah adalah dg menetapi rumahnya” (HR Ad Dailami).
4. “Al maskanah”, pelipur lara dan pelepas duka untuk ketenangan (QS Ar Rum 21)
5. “Al Maulud” tempat memperbanyak keturunan umat nabi Muhammad (QS An Nisa 1)
6. “Al Markaz”, mempersiapkan generasi dakwah yang tangguh, “Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu” (QS at-Tahriim:6).
7. “Al mahyaus sunnah” untuk menghidupkan sunnah sunnah. Rasulullah, cara makan, minum, adab hubungan suami istri dsb (QS Al Ahzab 21).
8, “Al Marham” forum liqo, shilaturrahm dg tetangga dan sahabat mu’min (QS An Nisa 1).
9. “Al Masykuur” tempat bersyukur atas semua ni’mat karunia Allah tiada terhingga (QS Ibrahim 7).
Sahabatku, money can buy a house but money can not buy a home, uang memang dapat beli rumah yang mewah sekalipun tetapi uang tidak dapat beli ketenangan, kecuali rumah itu dihuni oleh hamba hamba Allah yg beriman, maka tenang, damai, bahagia pun diraih, Syurga sebelum Syurga.
“Allahumma ya ALLAH jadikanlah rumah kami, rumah yg penuh dg RAHMAT dan BERKAHMU…aamiin”. Foto saat abang mengajar dua bidadari abang di setiap kamis sore menjelang berbuka puasa sunnah bersama. []

Sumber: https://www.facebook.com/kh.muhammad.arifin.ilham/photos/a.435861909738.221420.56922759738/10153671454744739/?type=1&theater

Ketika Allah Mencintai Seorang Hamba

SAUDARAKU,
Cinta adalah kata yang tidak akan pernah habis untuk diperbincangkan. Rasanya tak pernah bosan bagi kita untuk membahas mengenai cinta ini. Cinta selalu menjadi hal yang menarik. Namun, sayangnya manusia terlalu sempit menerjamahkan persoalan cinta. Tidak sedikit manusia yang hanya melabuhkan cintanya hanya kepada lawan jenis. Padahal cinta lebih luas dari sekadar kepada lawan jenis.
Tak akan pernah ada cinta yang hakiki di dunia ini kecuali kecintaan kepada Allah SWT. Tabb Yang Maha Mulia, yang menciptakan bumi dan segala isinya dengan penuh rasa kasih sayang. Allah telah menciptakan manusia ke bumi ini dengan seperangkat cinta yang ia anugrahkan. Dan Allah akan senantiasa mencintai hamba-Nya selama hamba itu taat kepada-Nya.
Saudaraku,
Dari Abu Hurairah, dia menceritakan, Rasulullah Saw bersabda,
“Sesungguhnya jika Allah SWT mencintai seorang hamba, maka Jibril pun berseru, ‘Sesungguhnya Allah telah mencintai si fulan, maka cintailah dia.’ Kemudian Jibril juga mencintainya, lalu Jibril berseru ke langit, ‘Sesungguhnya Allah telah mencintai si fulan, maka cintailah dia.’ Maka semua yang ada di langit mencintainya, serta diberikan tempat yang luas baginya untuk dicintai di bumi.” (Muttafaqun Alaih)

Saudaraku,
Para ulama mengatakan, ‘Kecintaan Allah SWT kepada hamba-Nya merupakan kehendak-Nya untuk memberikan kebaikan, petunjuk, kenikmatan, dan rahmat kepadanya.
Sedangkan kecintaan Jibril dan para malaikat secara keseluruhan mencakup dua segi, salah satunya adalah permohonan ampunan dan doa untuknya. Dan yang kedua, bahwa kecintaanya terhadapnya seperti layaknya kecintaan yang ada di antara sekalian manusia, yaitu berupa kecenderungan hati kepadanya dan kerinduan mereka bertemu dengannya. Kecintaan mereka itu disebabkan oleh karena dia senantiasa taat kepada Allah.[]
Sumber : Fiqih Wanita Edisi Lengkap/Syaikh Kamil Muhammad Uwaidah/Pustaka Al-Kautsar

Rabu, 12 Agustus 2015

Menabung, Ini Cara Mudah dan Menyenangkan


Selamatkan Diri dari Dajjal : Persenjatai Diri dengan Ilmu Agama


DAJJAL seperti yang telah kita tahu akan datang dan menyebarkan fitnahnya di muka bumi ketika Akhir Zaman tiba, dan adalah rahasia Allah SWT kapan waktu datangnya Dajjal itu. Mengenai hal ini, tentu semua orang tidak menginginkan terkena fitnahnya apalagi sampai dipertemukan dengannya. Namun ada upaya-upaya yang bisa kita lakukan untuk menyelamatkan diri dari Dajjal dan segala bentuk fitnahnya. Salah satu yang bisa kita lakukan adalah dengan memepersenjatai diri kita dengan ilmu Agama.
Penguasaan ilmu agama yang dipadu dengan iman yang kuat kepada Allah SWT merupakan senjata ampuh untuk menghadapi segala bentuk fitnah, termasuk fitnah Dajjal. Rasulullah SAW sudah menyampaikan satu kisah tentang seorang pemuda Mukmin pemberani dari Madinah ketika berhadapan dengan Dajjal. Di dalam hadits tersebut dijelaskan betapa pentingnya ilmu dan iman dalam membentengi diri dari pelbagai macam fitnah.
Abu Sa’id al-Khudri RA menjelaskan, bahwa Rasulullah SAW bersabda,
“Dajjal akan datang, dan ia diharamkan memasuki jalan-jalan kota Madinah. Ia pun singgah di padang gersang (Tanah gersang dengan kandungan garam yang tinggi) yang berada di dekat Madinah. Lalu seorang pemuda Mukmin terbaik menemuinya dan berkata, ‘Aku bersaksi bahwa engkau adalah Dajjal yang telah diwartakan kedatanganmu oleh Rasulullah SAW.’
Dajjal lalu berkata kepada para pengikutnya, ‘Bagaimana pendapat kalian, jika aku membunuh orang ini lalu menghidupkannya kembali, apakah kalian masih meragukan ketuhananku?’
Mereka menjawab ‘Tidak.’
Dajjal pun membunuh pemuda itu dan menghidupkannya kembali. Dalam riwayat lain disebutkan, Dajjal pun menebasnya dengan pedang hingga tubuh pemuda itu terbelah dua, sampai-sampai kedua belahan tubuhnya itu terpisah sejauh tembakan anak panah. Dajjal lalu memanggil pemuda itu. Pemuda itu berdiri dan menghampiri Dajjal dengan wajah berseri dihias senyuman, lalu berkata, ‘Demi Allah, kini aku menjadi semakin yakin tentang dirimu.’”
Riwayat lain menuturkan, ”Ketika Dajjal muncul, seorang pria Mukmin mendatanginya. Para pengawal dan pengikut Dajjal pun menghadangnya. Mereka lantas bertanya, ‘Engkau mau kemana?’
Pria Mukmin itu menjawab, ‘Aku mau bertemu orang yang baru datang itu.’
‘Tidakkah engkau beriman kepada tuhan kami?’ tanya mereka lagi.
Pria itu menjawab, ‘Tuhanku tidak pernah menghilang.’
Mereka pun berkata, ”Bunuh orang ini!’
Namun, di antara mereka ada yang menukas, ‘Bukankah tuhan kalian melarang kalian membunuh seseorang tanpa persetujuannya?’
Mereka lantas membawa orang Mukmin itu. Begitu melihat Dajjal, orang Mukmin itu berseru, ‘Wahai sekalian manusia, ini adalah al-Masih an-Dajjal yang sudah disebutkan oleh Rasulullah SAW.’
Dajjal memerintahkan para pengikutnya agar orang Mukmin itu ditelantangkan untuk dibunuh. Ia berkata, ‘Tangkap dan pukuli dia!’
Para pengikut Dajjal pun memukuli perut dan punggung orang orang Mukmin itu bertubi-tubi.
Dajjal lalu bertanya kepada pria itu, ‘Tidakkah engkau beriman kepadaku?’
‘Engakau adalah al-Masih si pendusta besar,’ jawab orang itu.
Dajjal pun memerintahkan para pengikutnya untuk menggergaji tubuh orang Mukmin itu dari ujung tengah-tengah kepala sampai ujung tengah-tengah antara kedua kaki hingga terbelah dua. Setelah itu, Dajjal berdiri di antara kedua belahaan tubuh itu, dan berkata, ‘Bangunlah!’ Tubuh orang Mukmin itu pun berdiri tegak.
‘Apakah sekarang engkau mau beriman kepadaku?’ tanya Dajjal kemudian.
Orang Mukmin itu menjawab, ‘Aku bertambah yakin tentang dirimu.’
Pria itu melanjutkan berbicaranya dengan berkata, ‘Wahai sekalian manusia, ia tidak akan dapat lagi melakukan tindakan yang sama seperti ini kepada siapa pun setelah apa yang kualami ini.’
Dajjal lalu menangkapnya untuk disembelih. Namun Allah SWT menciptakan tembaga yang membalut leher sampai pundak orang Mukmin itu. Sehingga, Dajjal tak bisa membunuhnya. Setelah itu, ia pun memegang kedua tangan dan kaki orang itu, lalu melempar tubuhnya ke dalam api yang dibawahnya. Orang yang melihat menyangka bahwa pria Mukmin itu dilemparkan ke dalam neraka. Namun, sesungguhnya ia dilemparkan ke dalam surga.” Nabi SAW pun bersabda, “Pria inilah syahid teragung di sisi Allah” (HR Muslim)
Intisari hadits tersebut menunjukkan kepada kita pentingnya mempelajari ilmu agama. Seandainya pemuda Mukmin itu sebelumnya tidak memiliki pengetahuan tentang ciri-ciri Dajjal, tentu ia tidak akan tahu bahwa yang dihadapinya itu adalah Dajjal. Karena itu, siapa pun yang menghadapi para pelaku kebatilan, wajib membekali dirinya dengan ilmu.
Pemuda Mukmin itu sudah menegaskan bahwa yang dihadapinya itu adalah Dajjal, dan pembunuhan ini tak akan dilakukan lagi oleh Dajjal kepada orang lain sesudahnya. Penegasan pemuda Mukmin ini disebabkan karena ia adalah seorang penurut ilmu agama yang sebelumnya sudah membaca hadits tentang peristiwa ini. Sehingga, ia pun tahu bahwa pemuda Mukmin yang disebutkan oleh hadits Nabi yang dibacanya itu adalah dirinya. [mila/islampos]
Sumber: Kimat Sudah Dekat?/Dr. Muhammad al-‘Areifi/Penerbit: Qisthi Press/2011