Jakarta. Bagi setiap muslim, musibah atau kejadian apapun
yang menimpanya pasti akan diiringi dengan hikmah yang ada dibalik semua itu.
Demikian pula dengan pemblokiran situs islam oleh Kemenkominfo atas rekomendasi
dari BNPT, ternyata banyak hikmah yang bisa di ambil.
Demikian dinyatakan oleh
Ustazd Bachtiar Nasir, pemilik IQL Islamic Center yang
menjadi salah satu situs yang ikut diblokir.
Hikah yang bisa diambil
diantaranya momen ini bisa dijadikan sebagai langkah awal untuk mempersatukan
media Islam.
“Ketika pertama kali
mendengar situs Islam diblokir, saya langsung bilang alhamdulillah, momen ini
harus diambil hikmahnya,” kata Ustazd Bachtar Nazir dikutip dari ROL, Senin
(6/4/15).
Menurut Ustazd Bachtiar,
tindakan pemblokiran Kemenkominfo atas rekomendasi BNPT terhadap situs Islam
tersebut menjadi momen untuk mempersatukan situs Islam. Bachtiar mengatakan,
jika berbicara soal media akan didasari oleh adanya perang Isu.
“Mereka malu memiliki
media yang besar kalah isu dengan media Islam yang kecil dan miskin ini,”
katanya.
Hikmah lainya, kata dia,
masyarakat yang sebelumnya tidak pernah membaca situs Islam kini membela situs
Islam. Dan Insya Allah, lanjut Bachtiar, setelah pemblokiran ini mencuatkan
rencana pembentukan sebuah Kantor Berita Islam Nusantara.
Ia menjelaskan, arah
pembuatan kantor berita itu sudah mulai terang. Jika tidak ada kejadian
pemblokiran, tidak akan lahir donator baru bagi situs dakwah umat Islam. Sebab,
Setelah kejadian ini banyak masyarakat yang antusias bersedia menjadi donatur.
“Ustazd mau bikin kantor
berita Islam? Saya siap modalin Ustazd, Kalau begitu isunya panjangin dikit dah
jangan cepat-cepat abis,” katanya.
Dia mengatakan, sudah
saatnya media Islam berpikir jauh ke depan. Sehingga mulai hari ini, cara
berpikirnya harus satu, yakni media Islam harus menjadi media “mainstream” di
Indonesia karena umat Islam terbesar di Indonesia. Dia menilai kejadian itu
sebagai rizki dari Allah SWT. Baiknya ketika manusia mendapat musibah
berucap syukur.
“Alhamdullilah Alaquliha saya hanya ingin
menyampaikan itu saja sebetulnya.” Tutup ustazd Bachtiar. (ROL/sbb/dakwatuna)






0 komentar:
Posting Komentar